Respons Dini Redam Inflasi
Bank Indonesia tak lagi agresif dalam menggunakan kebijakan suku bunga untuk menjangkar inflasi. Tahun memang telah berganti, tetapi lonjakan inflasi masih menjadi ancaman nyata ekonomi dunia, tak terkecuali bagi Indonesia. Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) rupanya mulai menunjukkan gelagat tak lagi agresif dalam menggunakan kebijakan suku bunga untuk menjangkar inflasi. Kendati tetap dilakukan, penaikan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) belakangan ini diklaim masih dalam takaran yang memadai. Hal itu dinilai tak lepas dari kebijakan suku bunga sebelumnya yang cukup agresif sehingga dapat meredam inflasi. Gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan kenaikan suku bunga itu telah terukur dan diyakini efektif menjangkar gerak inflasi pada tahun ini. “BI memandang kenaikan ini memadai untuk memastikan inflasi inti akan tetap berada dalam kisaran 2%—4%, di bawah 4% pada semester I/2023,” katanya, Kamis (19/1). Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, tak membantah bahwa ekonomi pada tahun ini menghadapi tekanan yang cukup berat. Hal itu dipicu oleh peningkatan inflasi, kenaikan suku bunga, dan konsekuensinya terhadap pelemahan ekonomi. Guna merespons tantangan itu, APBN 2023 pun disusun dengan mitigasi dan keleluasaan yang tinggi, terutama untuk sektor yang cukup rentan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023