Bunga BI Naik. Asing Memborong SBN
Bank Indonesia (BI) kembali mengerek bunga acuan. Keputusan itu berpotensi mendorong masuknya dana asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Kemarin, Kamis (19/1), Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Menurut Presiden dan CEO PT Pinnacle Persada Investama Guntur Putra, kenaikan suku bunga akan menguntungkan investor asing. Sebab, selisih bunga acuan BI menjadi lebih lebar dibandingkan suku bunga The Fed. Saat ini, Fed Fund Rate berada di kisaran 4,5%.
Setelah mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5% sejak Februari 2021 lalu, BI untuk pertama kalinya mengerek suku bunga acuan pada Agustus 2022 lalu. Per September 2022, posisi dana asing di pasar SBN sebesar Rp 730,26 triliun. Per 18 Januari 2023, asing memegang Rp 795,02 triliun. Ini artinya, kepemilikan asing di SBN bertambah Rp 64,76 triliun.
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan juga melihat aliran dana masuk ke pasar surat utang domestik seiring dengan langkah The Fed mengurangi agresivitas dalam kebijakan moneternya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023