LIGA SEPAK BOLA Pemain Sambung Hidup dengan ”Tarkam”, Klub Rugi Miliaran
Penghentian Liga 2 dan Liga 3 berdampak negatif yang luas terhadap pemain dan klub. Akibat ketiadaan kompetisi, pemain harus menyambung hidup bermain di kompetisi antarkampung atau ”tarkam” dan klub menderita kerugian materiil hingga miliaran rupiah karena sudah mengontrak pemain, pelatih, dan tenaga pendukung. Gelandang klub Liga 2 PSKC Cimahi, Syahroni, Senin (16/1) mengatakan, setelah PSSI mengumumkan penghentian Liga 2 dan Liga 3 pada Kamis (12/1), ada pemain yang tetap menerima gaji dari klub dan ada yang tidak lagi digaji karena timnya telah dibubarkan. Pemain yang tak lagi menerima gaji mesti menyambung hidup dengan segala cara.
Sebagian pemain fokus menjalani usaha sampingan yang sudah lama dirintisnya. Selebihnya, paling banyak pemain yang menyambung hidup dengan bermain tarkam. Namun, pertandingan tarkam tidak ada setiap saat dan pemain harus berpindah-pindah daerah. ”Jadi, bermain tarkam juga tak pasti bisa mencukupi kehidupan sehari-hari. Ini benar-benar berpengaruh ke mental pemain,” ujar Syahroni, anggota Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Menpora Zainudin Amali berkomitmen mencari jalan keluar agar dua kompetisi itu bisa dilanjutkan. Zainudin akan berkomunikasi dengan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, ujarnya seusai beraudiensi dengan perwakilan klub Liga 2 dan anggota APPI di Kemenpora, Jakarta, Senin. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023