;

Krisis Biaya Hidup Jadi Risiko

Ekonomi Yoga 13 Jan 2023 Kompas
Krisis Biaya Hidup Jadi Risiko

Krisis biaya hidup merupakan risiko terbesar yang akan mendominasi dunia selama dua tahun ke depan dipicu peningkatan pengeluaran rumah tangga akibat kenaikan harga pangan dan energi, serta belum pulihnya daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19. Risiko krisis itu tak hanya terjadi di beberapa negara maju, tetapi juga di sejumlah negara berpenghasilan menengah dan rendah. Negara-negara itu antara lain Kanada, Inggris, UEA, Arab Saudi, Qatar, Bostwana, Pantai Gading, Kamerun, Kostarika, Yunani, Israel, dan Malaysia. Adapun Indonesia, lima besar risiko yang harus dihadapi adalah krisis utang, konflik kepentingan, kenaikan tingkat inflasi, ketimpangan digital, dan kontestasi geopolitik. Poin-poin itu mengemuka dalam Laporan Risiko Global Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2023 yang dirilis di Geneva, Swiss, pada 11 Januari 2023 Dalam laporan itu, WEF menyebutkan, risiko global itu muncul lantaran pandemi Covid-19 masih berlanjut di beberapa negara, perang Rusia-Ukraina, dan ketegangan ekonomi sejumlah negara.

Konflik geopolitik dan ketegangan ekonomi ini memicu krisis rantai pasok pangan dan energi, inflasi, dan keamanan. Hal itu menciptakan risiko lanjutan yang akan mendominasi dua tahun ke depan, seperti resesi, utang, dan krisis biaya hidup. Situasi itu menunjukkan pandemi dan konflik geopolitik menyebabkan rangkaian risiko global yang saling berhubungan. Krisis berpotensi merusak upaya mengatasi risiko jangka panjang terkait perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan SDM. ”Dalam menghadapi krisis itu, masyarakat paling rentan sedang menderita. Masyarakat yang masuk kategori rentan juga bertambah banyak, baik di negara maju maupun miskin. Setiap negara diharapkan meningkatkan daya tahan terhadap berbagai guncangan di sejumlah sektor ekonomi dan kehidupan tersebut,” tutur Managing Director WEF Saadia Zahidi melalui siaran pers. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :