Berburu Diskon Besar Saham Big Caps
Belum juga sepekan tahun 2023 berjalan, langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah tersendat. Dalam dua hari terakhir, IHSG tersungkur cukup dalam.
Kemarin (5/1), IHSG ambles 2,34% ke level 6.653,84. Di hari sebelumnya, IHSG juga tengkurap 1,10% karena penurunan saham-saham energi. Kemarin, koreksi IHSG disebabkan turunnya saham-saham big caps, terutama saham perbankan dan batubara.
Analis Phintraco Sekuritas Rio Febrian mengatakan, beberapa sentimen global menjadi penekan utama IHSG.
Pertama, risalah terbaru Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. The Fed yang kemungkinan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level tinggi, sebelum terjadi sinyal penurunan inflasi di AS yang konsisten. Bahkan dengan proyeksi inflasi AS 3,1%, bunga acuan bisa di level 5% di 2023.
Kedua, kondisi Covid-19 di China yang dikhawatirkan menekan permintaan global. Ini tercermin dari keputusan pemerintah China untuk menaikkan kuota ekspor minyak, yang mengindikasikan lemahnya permintaan domestik China. Selain itu, sektor batubara juga tengah dibayangi rencana China yang mempertimbangkan untuk melonggarkan larangan impor batubara dari Australia.
Saham-saham berkapitalisasi pasar besar alias big caps,
terkoreksi cukup dalam dan dilepas asing. Saham-saham perbankan dan batubara menjadi saham penggerus IHSG paling besar pada perdagangan kemarin.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023