PENYALURAN KPR : BUNGA PINJAMAN DIJAGA
Industri perbankan penyalur kredit pemilikan rumah atau KPR masih menjaga tingkat suku bunga yang ditawarkan. Bahkan, bank-bank besar tetap memberikan tawaran bunga ringan dalam jangka waktu tertentu.
Segmen KPR masih menjadi pendulang bagi bank dalam menyalurkan pembiayaan sampai akhir tahun ini. Bahkan, penyaluran KPR hingga 2023 diprediksi masih prospektif sejalan dengan masih adanya insentif terkait kelonggaran uang muka. Penyaluran KPR menunjukkan konsistensi dalam pertumbuhannya. Meski menjelang akhir tahun ini mulai melandai, permintaan KPR masih relatif terjaga. Data analisis uang beredar Bank Indonesia hingga Oktober 2022, outstanding KPR tercatat Rp627,3 triliun atau tumbuh 7,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (Lihat infografi k) Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk. Hera F. Haryn mengatakan permintaan KPR tahun depan masih berlanjut, terutama didukung permintaan masyarakat yang masih melandai, khususnya milenial.Hingga saat ini, KPR BCA masih mempertahankan suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR sebesar 7,2%.
Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi menyatakan pada akhir tahun ini CIMB Niaga menggelar program Year End Xtralicious dan Xtra Pasti. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas KPR dengan bunga, margin, atau ujrah secara terjangkau dan angsuran yang lebih pasti.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023