MEMOLES CUAN PELAT MERAH
Ramalan ketidakpastian ekonomi dunia pada tahun depan tak bikin optimisme korporasi pelat merah surut. Transformasi dan akselerasi performa, baik organik maupun melalui suntikan dana pemerintah, pada tahun ini digadang-gadang menjadi motor pendorong bisnis badan usaha milik negara (BUMN). Dus, setoran BUMN ke penerimaan negara via dividen pun diproyeksikan terus bertambah. Demikian pula dengan kontribusi BUMN untuk perekonomian nasional lewat investasi juga diharapkan terungkit. Kendati demikian, sejumlah kalangan mengingatkan agar korporasi pelat merah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi risiko resesi global. Apalagi, bagi BUMN yang aktivitas bisnisnya mengandalkan ekspor. Jika ditelusuri, akselerasi performa BUMN tecermin lewat raihan keuntungan yang makin menebal. Dalam 9 bulan 2022, Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang dipimpin oleh Erick Thohir mencatat laba konsolidasi sebesar Rp155 triliun. Capaian itu naik 24% dari realisasi laba konsolidasi BUMN sepanjang 2021 yang tercatat sebesar Rp125 triliun. Perbaikan korporasi pelat merah juga terjadi pada sisi rasio utang terhadap modal yang menyusut dari 38,6% pada 2020 menjadi 36,2% pada 2021, dan 34% per kuartal III/2022 yang belum diaudit. Perihal capaian tersebut, Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury mengingatkan bahwa ekonomi global dan domestik pada 2023 penuh tantangan. Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai pengumpulan ekuitas korporasi pelat merah pada tahun depan berisiko terhalang tekanan resesi global yang dapat menekan kinerja BUMN berorientasi ekspor, seperti pertambangan.
Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023