Tanpa Hilirisasi, CPO Indonesia Terus Tergantung pada Ekspor
JAKARTA, ID — Tanpa akselerasi hilirisasi di dalam negeri, produk crude palm oil (CPO) Indonesia akan terus tergantung pada pasar ekspor, terutama Tiongkok dan India. Saat ini, hilirisasi CPO masih terbatas pada produksi minyak goreng. Dari kurang lebih 50 juta ton produksi CPO Indonesia, sekitar 32 juta ton atau 64% diekspor. Tanpa ekspor, pasar dalam negeri tidak mampumenampung. Produksi CPO Indonesia, dengan luas lahanyang sama, sekitar 15 juta hektare (ha) akan menghasilkan 80 juta ton per tahun. Lonjakan itu sangat mungkin bisa terealisasi jika produktivitas kebun sawit petani yang saat ini rata-rata 2 ton per ha mampu ditingkatkan menjadi minimal 7 ton per ha. Dengan asumsi luas lahan sawit milik petani 41 atau 6 juta ha, maka akan ada tambahan produksi CPO sekitar 30 juta ton. Presiden Jokowi sudah menetapkan agar luas lahan sawit 15 juta ha, produksi CPO harus bisa mencapai 100 juta ton atau dua kali lipat dari produksi saat ini tanpa ada penambahan lahan baru. Arahan Presiden itu bisa diwijudkan jika produktivitas sawit petani dinaikkan dari 2 ton menjadi 7 ton per hektare. (Yetede)
Tags :
#SawitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023