Penyerapan Berisiko Susut
Asosiasi Pengusaha Indonesia memperkirakan serapan tenaga kerja akan tumbuh lambat pada 2023. Selain itu, penyusutan tenaga kerja juga bakal terjadi menyusul berkurangnya kapasitas produksi dan profit usaha serta kenaikan upah minimum. Dalam Kompas 100 CEO Forum pada 3 Desember 2022, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, upah minimum 2023 adalah kenaikan upah minimum signifikan yang pertama kali dalam tiga tahun terakhir sejak pandemi Covid-19. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Senin (5/12) mengatakan, ketidakpastian ekonomi global pada tahun depan masih tinggi. Dampaknya akan merembet ke perekonomian nasional kendati tidak akan resesi.
Perlambatan ekonomi di sejumlah pasar ekspor utama Indonesia tahun ini bakal berpengaruh ke kinerja industri. Trennya akan berlanjut tahun depan sehingga akan memengaruhi profit dan efisiensi usaha, termasuk tenaga kerja. ”Sejumlah industri pengolahan nonpangan berbasis ekspor dan padat karya, seperti tekstil dan produk tekstil, mebel, dan alas kaki, mulai bertumbangan dan merumahkan pekerja pada tahun ini,” ujar Hariyadi dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2023 ”Mengelola Ketidakpastian Ekonomi di tahun Politik” yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) secara hibrida di Jakarta. Berdasarkan hasil riset dan survei internal Apindo Research Institute, perekonomian Indonesia pada 2023 diperkirakan tumbuh 5,1-5,65 %. Sebanyak 39,4 responden memperkirakan industri masih tumbuh 5 %. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023