;

KEGIATAN INDUSTRI NASIONAL : TANTANGAN MENGADANG MANUFAKTUR

Ekonomi Hairul Rizal 02 Dec 2022 Bisnis Indonesia
KEGIATAN INDUSTRI NASIONAL : TANTANGAN MENGADANG MANUFAKTUR

Sektor manufaktur Tanah Air menghadapi beragam tantangan di tengah pelemahan permintaan dan bayang-bayang resesi yang membuat kepercayaan diri pelaku usaha sedikit menurun dalam menyongsong 2023. Pelemahan permintaan yang berlangsung terus-menerus memerlukan lebih banyak campur tangan pemerintah untuk memastikan sektor manufaktur dalam negeri terus berada di zona ekspansif. Muhammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform Economics, mengatakan bahwa sektor manufaktur akan berhadapan dengan sejumlah persoalan yang harus segera diselesaikan, seperti peningkatan biaya produksi karena inflasi yang bakal diteruskan ke konsumen. Selain itu, kenaikan harga sejumlah bahan baku karena gangguan rantai pasok, kepastian suplai listrik, dan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM juga masih akan memengaruhi kinerja manufaktur ke depannya. Tidak kalah menantang, perlambatan permintaan di hilir, khususnya pada industri yang berorientasi ekspor juga menjadi salah satu persoalan yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Apalagi, terbukti pelemahan permintaan dari pasar utama produk tekstil dan alas kaki langsung menghantam sektor tersebut. PMI Manufaktur Indonesia tidak jauh berbeda dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang baru saja diluncurkan Kementerian Perindustrian. IKI November 2022 tercatat ada pada level 50,89 dan tetap pada jalur ekspansi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa pemerintah bakal lebih proaktif melindungi industri di dalam negeri. Apabila IKI menunjukkan level ekspansif, maka pemerintah akan mempertahankan iklim usaha dan kebijakan yang efektif, sehingga industri dan subsektornya bisa mengakselerasi level ekspansinya.

Download Aplikasi Labirin :