;

KONSISTENSI JANGKAR INFLASI

Ekonomi Hairul Rizal 02 Dec 2022 Bisnis Indonesia (H)
KONSISTENSI JANGKAR INFLASI

Efektivitas kolaborasi kebijakan antara otoritas moneter dan fiskal dalam merespons dampak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pelemahan rupiah mulai terasa. Kemarin, Kamis (20/12), tingkat inflasi kembali mencatatkan penurunan selama dua bulan berturut-turut setelah melambung pada posisi tertinggi akibat kenaikan harga BBM. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi November 2022 tercatat 5,42% (year-on-year/YoY), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumya sebesar 5,71% (YoY). Eksekusi suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI), yang bersanding dengan kucuran bantuan sosial dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 Perubahan menjadi ramuan mujarab penawar inflasi. Akan tetapi, kondisi ini tidak lantas melenakan pemangku kebijakan. Pemerintah tetap memelototi risiko inflasi pada 2023 sebagai dampak rembetan dari krisis energi dan pangan global, termasuk pelemahan rupiah. Tantangan ini pun disadari betul oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo, dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2023, memastikan inflasi masih menjadi fokus kebijakan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menambahkan APBN 2023 didesain dengan mempertimbangkan inflasi sebagai salah satu ancaman ketidakpastian ekonomi di dalam negeri.

Tags :
#Inflasi
Download Aplikasi Labirin :