Babak Baru Pengelolaan Papua
Pengelolaan Papua disebut memasuki babak baru setelah kehadiran UU Otonomi Khusus (otsus) Papua yang baru, yakni UU No 2 Tahun 2021. Babak baru ini diharapkan bisa betul-betul mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Untuk itu, pembangunan diharapkan diprioritaskan pada peningkatan kualitas hidup melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi mikro. Harapan ini disampaikan perwakilan pemda, anggota legislatif daerah, dan tokoh masyarakat terkait kunjungan Wapres Ma’ruf Amin di Jayapura,Papua, Selasa (29/11). Pembahasan pelaksanaan otsus menjadi agenda utama kunjungan Wapres yang juga Ketua Badan Pengarah Percepatan Otsus Papua.
Kadis Kesehatan Provinsi Papua Robby Kaya memengatakan, hal yang perlu menjadi fokus utama dalam percepatan pembangunan Papua dan tiga provinsi baru di Papua, yakni Papua Pegunungan, Tengah, dan Selatan, di sektor kesehatan adalah meningkatkan layanan akses kesehatan. Hal ini akan berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut dia, layanan kesehatan selama ini belum optimal meski Otsus Papua telah berlangsung dua dekade. Ini karena minimnya ketersediaan tenaga kesehatan dan alokasi anggaran untuk pelayanan kesehatan dasar yang belum tercukupi. ”Dengan kehadiran Badan Pengarah Percepatan Otsus Papua, kami berharap penyediaan lembaga pendidikan di Papua yang melahirkan banyak tenaga dokter dan kesehatan lainnya,” kata Robby. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023