PERBANKAN, Waspadai Penipuan Bermodus ”Soceng”
Penipuan bermodus rekayasa sosial atau social engineering atau soceng masih terjadi dengan mengincar nasabah perbankan. Nasabah diminta lebih berhati-hati dengan tidak memberikan data pribadi, dan mengecek sumber resmi, agar terhindar dari penipuan. Pekan lalu, polisi menangkap penipu yang menyamar sebagai pihak BRI yang menginformasikan perubahan tariff transfer sehingga meminta nasabah mengirimkan sejumlah data pribadi perbankannya. Data ini digunakan pelaku untuk mengambil uang di rekening korban. Bareskrim Polri menangkap tersangka berinisial FI, H, dan N. Ketiganya diduga sebagai pembuat dan pengelola situs palsu. Modusnya berpura-pura sebagai pihak resmi BRI dan menginformasikan tarif perubahan transfer.
Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto, Minggu (27/11) menyatakan, pihaknya mendukung penangkapan itu. Penanganannya diharapkan meredam kejahatan serupa agar tidak terulang kembali. Di sisi lain, kata Solichin, BRI secara berkala melakukan edukasi pencegahan berbagai modus penipuan, khususnya kejahatan soceng melalui saluran komunikasi resmi perseroan. Hal itu diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat agar terhindar dari modus tersebut. ”BRI mengimbau nasabah agar senantiasa berhati-hati dalam bertransaksi finansial, dengan menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan. Nasabah diharapkan tidak memberitahukan informasi yang dapat digunakan (untuk) mengakses akun, seperti password (kata kunci) dan PIN (nomor identitas pribadi),” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023