Tak Gentar Bisnis Penerbitan Diserbu Platform Digital
Situasi pandemi seolah-olah menjadi momentum pertumbuhan bagi sektor bisnis penerbitan buku. Ketika banyak sektor lain meredup karena penurunan penjualan, sebagian pelaku bisnis penerbitan justru merasakan pertumbuhan. Padahal, industri penerbitan juga menghadapi ancaman disrupsi dengan adanya tren digitalisasi. Berdasarkan laporan Book Publisher Global Market Report 2022 yang dirilis Reportlinker, nilai bisnis penerbitan buku tercatat tumbuh dari US$ 84,5 miliar pasda 2021 menjadi US$ 89,2 miliar pada tahun ini. "Pada masa pandemi mereka kesulitan bersosialisasi dengan sesama. Nah, mereka justru menggunakan buku sebagai sarana bersosialisasi, terutama dengan komunitas yang mereka sukai." kata Andri Agus Fabianto, pendiri sekaligus chief execitive officer penerbit Akad Media Cakrawala saat ditemui di kantornya, di daerah Limo, Depok, awal November lalu. Meningkatnya gairah bisnis penerbitan tak lepas dari kemunculan para penulis baru yang semakin banyak. Kini setiap orang bisa dengan mudah menerbitkan naskah mereka melalui berbagai platform baca digital, seperti Wattpad, NovelMe, dan Storial.co. Kehadiran platform ini di satu sisi dapat mengancam bisnis penerbitan. (Yetede)
Tags :
#BisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023