Biaya Kereta Cepat Bengkak: China Dibujuk Ikut Perhitungan RI
Pemerintah Indonesia berharap Pemerintah China menyetujui biaya pembengkakan proyek kereta cepat Jakarta—Bandung sebesar US$1,45 miliar sesuai hasil reviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia bakal mengikuti regulasi yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.93/2021. Pada beleid itu, angka biaya pembengkakan atau cost overrun mengikuti hasil revieu dari BPKP. “Pemerintah China diharapkan bisa mengikuti juga angka hasil reviu BPKP,” ujarnya, Kamis (17/11). Sampai saat ini, negosiasi untuk menyamakan perbedaan angka cost overrun masih dilakukan antara Indonesia dan China. Temuan pihak China terkait dengan cost overrun justru lebih rendah yakni US$980 juta. Sebelumnya, KCIC melaporkan bahwa nilai proyek kereta cepat Jakarta—Bandung (KCJB) bengkak menjadi US$7,5 miliar (setara Rp117 triliun) akibat cost overrun senilai US$1,45 miliar. Awalnya, nilai proyek tersebut sebesar US$6,07 miliar. Menurut Dwiyana, ada beberapa perbedaan asumsi perhitungan biaya bengkak proyek. Misalnya, terkait dengan penyediaan sistem persinyalan kereta GSM-R yang gratis di China, tetapi harus berbayar di Indonesia kepada Telkomsel.
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023