RI Surplus Dagang terhadap G20
Total nilai neraca perdagangan barang Indonesia terhadap negara-negara anggota G20 surplus dalam dua tahun terakhir dengan Komoditas ekspor unggulan utama berupa BBM; besi dan baja; lemak dan minyak hewani/nabati; bijih logam, terak, dan abu; serta mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya. Namun, kinerja ekspor Indonesia cenderung melambat, bahkan turun, yang mengindikasikan imbas perlambatan ekonomi dan inflasi tinggi di sejumlah negara mitra dagang Indonesia makin terasa. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Selasa (15/11) mengatakan,total nilai surplus neraca perdagangan RI terhadap G20 pada Januari-Oktober 2022 mencapai 27,6 miliar USD atau Rp 429,57 triliun (kurs Jisdor BI Rp 15.564). Pada 2021, Indonesia juga membukukan surplus neraca perdagangan 16,4 miliar dollar AS.
”Namun, jika dijabarkan per negara anggota G20, RI hanya mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan delapan negara dan satu kawasan. Sementara dengan 10 negara anggota lain, neraca perdagangan RI masih defisit,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. Berdasarkan data BPS, dalam dua tahun terakhir, RI mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan AS, India, Uni Eropa, Jepang, Italia,Turki, Meksiko, Korsel, dan Inggris. Sementara RI membukukan defisit neraca perdagangan dengan Australia, Arab Saudi, China, Brasil, Argentina, Kanada, Afsel, Rusia, Jerman, dan Perancis. BPS juga menyebutkan, neraca perdagangan Indonesia pada Okober 2022 dan Januari-Oktober 2022 masing-masing surplus 5,67 miliar USD dan 45,52 miliar USD. (Yoga)
Tags :
#EksporPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023