KOMODITAS EKSPOR NASIONAL : Furnitur Terimbas Pelemahan Permintaan
Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan, sejumlah negara tujuan impor furnitur nasional melakukan pembatalan pemesanan sejak Juli 2022. Hal itu salah satunya disebabkan oleh melemahnya permintaan di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa. “Ordernya berhenti. Itu terbaca sejak Juli 2022, sehingga mau tidak mau pertumbuhan ekspor akan mengalami penurunan,” katanya, Kamis (10/11). Dia menyebut, pada kuartal III/2022 saja terjadi penurunan ekspor mebel hingga 20% secara tahunan, sehingga nilainya menjadi US$754 juta. Pada kuartal terakhir tahun ini pun ekspor mebel diperkirakan hanya bakal menyentuh US$662 juta. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, pemerintah optimistis industri furnitur akan bangkit pada tahun depan, karena masih ada peluang pasar di negara Timur Tengah, Asia Tenggara, dan India. Dari sisi suplai, kata dia, industri furnitur di Tanah Air sudah siap untuk mengiringi upaya itu, karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk melakukan diversifikasi produk
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023