Bertumpu pada Konsumsi Rumah Tangga
Meski tumbuh 5,39 % secara tahunan pada kuartal III 2022, konsumsi rumah tangga turun dibanding pada kuartal II 2022 yang mencapai 5,51 %. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penurunan tersebut terjadi karena pada kuartal II ada momen Lebaran yang membuat konsumsi meningkat. “Konsumsi di kuartal III dibanding kuartal II melambat karena, pada saat Lebaran, demandnya melonjak,” tutur dia dalam konferensi pers via Zoom, kemarin, 7 November. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2022 naik 5,72 persen secara tahunan atau 1,81 % lebih tinggi dibanding pada kuartal II.
Konsumsi rumah tangga pada triwulan III tahun ini mampu memberikan distribusi sebesar 50,38 persen terhadap perekonomian sehingga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ekonomi yang sebesar 5,72 persen, dengan andil 2,81 persen.Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III yang mencapai 5,39 persen dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya, mobilitas penduduk yang mulai naik, peningkatan aktivitas belanja oleh kelompok masyarakat menengah ke atas untuk kebutuhan tersier, serta peningkatan daya beli masyarakat menengah ke bawah yang terbantu oleh adanya realisasi bantuan sosial dan subsidi energi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023