Bapanas Masifkan Upaya Pengendalian Inflasi Pamgan
Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) terus meningkatkan extra effort pengendalian inflasi pangan untuk mempertahankan tren penurunan inflasi (deflasi) yang terjadi pada Oktober 2022. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan terus melakukan operasi pasar dan pemantauan ketat atas perkembangan stok dan harga pangan harian di tingkat produsen maupun konsumen. BPS melaporkan terjadinya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,87 pada September 2022 menjadi 112,75 pada Oktober 2022 atau terjadi deflasi 0,11% secara bulanan (month-to-month/m-to-m) dengan kontribusi terbesar dari sektor pangan. Deflasi yang terjadi pada Oktober itu merupakan kabar baik, terlebih kondisi tersebut dipicu turunnya inflasi pangan sebesar 0,25% (m-to-m).
“Kami merespons dengan baik per[1]kembangan tersebut, ini menunjukkan keberhasilan kerja keras yang telah dilakukan seluruh stakeholder pangan dari pusat hingga daerah dalam menjaga stabilitas stok dan harga pangan, namun kita jangan sampai lengah,” ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. Dalam publikasi Bapanas, Minggu (06/11), Arief memastikan, Bapanas bersama seluruh kementerian/lembaga terkait, dinas urusan pangan di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota, serta seluruh stakeholder yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah akan terus mendorong dan mengawal pelaksanaan extra effort pengendalian in[1]flasi pangan secara konsisten. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023