Selamat Datang Generasi Alfa
Belum selesai membahas generasi Y dan Z, kita sudah harus mengamati kehadiran generasi Alfa. Mereka tentu belum masuk ke dunia kerja karena lahir antara 2011 dan 2025. Namun, sudah mulai masuk ke pasar sebagai konsumen. Mark McCrindle, pendiri perusahaan konsultasi tentang generasi di Australia bernama McCrindle, mendefinisikan generasi Alfa sebagai generasi yang paling berlimpah materi, paling paham teknologi yang pernah ada, dan menikmati usia hidup yang lebih lama daripada generasi sebelumnya. Tambahan lain, mereka akan mengenyam pendidikan lebih lama, mulai mendapatkan penghasilan bertahun-tahun kemudian, dan tinggal di rumah bersama orangtua lebih lama daripada generasi Y dan Z. Kemungkinan besar generasi ini akan tinggal di rumah hingga akhir usia 20-an.
Meski ada perdebatan soal kriteria itu, kita melihat kenyataan bahwa generasi ini sejak lahir sudah mengenal perangkat teknologi digital, terbiasa mengakses internet serta terpapar berbagai kultur, nilai, dan budaya. Mereka merupakan pasar masa depan dunia bisnis. Menurut Direktur Pemasaran MarketerHire Tracey Wallace dalam salah satu tulisannya, jutaan anggota generasi Alfa akan lahir, sementara generasi mereka sudah berjumlah 2,2 miliar pada 2024. Saat ini mereka adalah kelompok di bawah usia 12 tahun yang pada 2030 akan menjadi 11 % angkatan kerja. Untuk itu, pemilik merek perlu paham siapa generasi Alfa. Semua ciri yang melekat jadi bahan prediksi tentang bagaimana kelompok ini akan berbelanja, bekerja, dan lain- lain. Pengeluaran orangtua tak sedikit didorong oleh keinginan anak. Dalam konteks ini, generasi Alfa akan menjadi salah satu faktor penentu pengeluaran rumah tangga. Merek perlu kreatif membuat dan memasarkan produk dengan mengingat karakter mereka. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023