BoE: Inggris Akan Resesi 2 Tahun
Bank of England (BoE) menaikan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) pada Kamis (3/11). Penaikan tunggal terbesarnya sejak 1989 ini disertai peringatan bahwa Inggris sudah resesi dan akan berlangsung hingga dua tahun ke depan. Pengetatan moneter oleh bank sentral guna memerangi inflasi, kata BoE, mendorong Inggris ke dalam resesi yang akan berlangsung hingga pertengahan 2024. Risalah pertemuan BoE juga mengingatkan prospek yang menantang bagi ekonomi Inggris hingga diperkirakan berada dalam resesi untuk waktu yang lama. “Ekonomi telah menyusut sejak kuartal ketiga, (dan sekarang sudah) memasuki resesi teknikal yang diperkirakan akan berlangsung hingga paruh pertama tahun 2024,” kata BoE. Nilai tukar pound jatuh 2% terhadap dolar AS karena ekspektasi resesi jangka panjang.
“Perdagangan yang normal tidak terjadi karena mata uang biasanya bergerak lebih tinggi ketika bank sentral menaikkan suku bunga. Masa-masa sulit ada di depan, dan kita akan melihat ekonomi, pasar, dan penurunan mata uang dalam beberapa bulan mendatang.,” kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di Avatrade, seperti dikutip AFP. Sebagai informasi, The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (9/11) menyetujui kenaikan tiga kuartal empat poin berturut-turut dan membawa tingkat pinjaman jangka pendek ke kisaran target 3,75% -4%. Ini adalah level tertingginya sejak Januari 2008. Sedangkan pekan lalu, Bank Sentral Eropa (ECB) juga menaikkan 75 basis poinda membuat acuan suku bunga menjadi 1,5%, yang mana ini merupakan level luar biasanya sejak 2009. Penaikkan 75 bps membawa suku bunga bank (bank rate) BoE menjadi 3% dan merupakan penaikkan kedelapan berturut-turut atas suku bunga pinjaman utama, setelah Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) memberikan suara 7-2 mendukung. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023