Jalan Terjal Stabilisasi Rupiah
Pasar keuangan dalam negeri kembali mewaspadai dampak kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate). Pada awal bulan ini, bank sentral AS menaikkan Fed Fund Rate sebesar 75 basis poin ke level 3,75-4 persen. Suku bunga itu pun menjadi yang tertinggi dalam 14 tahun terakhir atau sejak Januari 2008. Ketua OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, pelaku industri keuangan harus mewaspadai peningkatan ketidakpastian perekonomian global, dari tren kenaikan suku bunga, volatilitas harga komoditas, hingga fenomena penguatan dolar AS yang terus berlanjut. “Hal ini berpotensi mempengaruhi kinerja lembaga jasa keuangan ke depan, baik dari sisi portofolio investasi, likuiditas, risiko kredit, maupun fungsi intermediasi,” ujarnya, kemarin, 3 November 2022. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023