;

Ketidakpastian Tinggi, Reksadana Offshore Pun Merugi

Ketidakpastian Tinggi, Reksadana Offshore Pun Merugi

Rupiah kembali terjerembab. Kemarin, kurs spot rupiah ditutup turun 0,31% ke Rp 15.695 per dollar Amerika Serikat (AS). Ini merupakan kurs terendah rupiah di pasar spot sejak akhir April 2020. Bila dihitung sejak awal tahun, kurs spot rupiah sudah merosot sekitar 9,12%. Dengan penguatan dollar AS ini, lazimnya kinerja instrumen investasi berbasis dollar AS juga ikut melesat. Namun ini tidak terjadi pada reksadana syariah offshore. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana melihat, kinerja reksadana saham syariah offshore ini bahkan lebih buruk ketimbang reksadana saham yang berinvestasi di pasar dalam negeri. Maklum, banyak negara mengalami perlambatan ekonomi dan mencetak inflasi tinggi, sementara fundamental pasar keuangan lokal lebih baik. Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi mengatakan, kinerja reksadana offshore Batavia Prosperindo ini sudah mulai membukukan kinerja positif di Oktober lalu karena pasar saham global mulai rebound.

Tags :
#Umum #Rupiah
Download Aplikasi Labirin :