;

Digitalisasi Bikin BUMDes Detusoko Barat Melaju

Teknologi Hairul Rizal 04 Nov 2022 Bisnis Indonesia
Digitalisasi Bikin BUMDes Detusoko Barat Melaju

Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bisa mendorong kemajuan desa jika bisa dioptimalkan dengan baik. Desa yang berkembang maju akan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakatnya. Memajukan dan menggerakan perekonomian desa menjadi salah satu tujuan Ferdinandus Watu, di masa-masa akhir kuliah di Miami Dade College, Florida, Amerika Serikat, pada 2015 silam. Nando, begitu ia biasa disapa, mendapatkan beasiswa Fulbright untuk menuntut ilmu jurusan Tourism and Hospitality Management, di Negeri Paman Sam. Untuk mewujudkan cita-citanya, Nando bekerja di Kantor Desa Detusoko Barat yang ada di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama bekerja di Desa Detusoko Barat, Nando mulai mengamati potensi ekonomi lokal apa yang bisa dikembangkan di desa ini. Hasilnya, di tangan Nando, dalam setahun Desa Detusoko Barat bisa masuk ke dalam daftar 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Visi menjadikan Detusoko Barat sebagai desa yang berka­rak­ter lokal, berdaya saing, berbasis pertanian terpadu, dan ekowisata dengan mengedepankan teknologi informasi, perlahan-lahan mulai terwujud.  “ADWI merupakan apresiasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mendukung perkembangan desa-desa kreatif di Indonesia. Jadi ada tiga kata kunci yang kami jalankan, yakni pertanian, pariwisata, dan teknologi informasi,” kata Nando kepada tim Jelajah Sinyal Bisnis Indonesia, Se­lasa (1/11). 

Menurut Nando, pemilihan tiga kata kunci itu berangkat dari potensi dan kondisi yang ada di desanya. Pertama, jelas dia, sekitar 95% penduduk Desa Detusoko Barat mengandalkan sektor pertanian, seperti padi, kopi, kakao, lalu ada juga tanaman pangan, kemiri, dan juga hortikultura umbi-umbian. Kedua, sambung Nando, Desa Detusoko Barat berada di jalur utama jalan Trans-Flores, dan menjadi area penyangga Danau Kelimutu. Lokasinya hanya berjarak 33 km dari Kota Ende atau sekitar 45–60 menit berkendara dari Bandara Ende. Kata kunci ketiga, jelas Nando, terkait dengan era digital yang saat ini meng­ubah pola hidup masyarakat secara masif. Kondisi itu, jelasnya, harus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan dua kata kunci lainnya.

Download Aplikasi Labirin :