Temu Bisnis IKM Alat Angkut dengan Tier APM Hasilkan Transaksi Senilai Rp 100 Miliar
Kemenperin bekerja sama dengan Kadin Indonesia dan PT Astra International menggelar Temu Bisnis IKM Alat Angkut. Acara business matching ini berhasil menghasilkan transaksi untuk Industri Kecil Menengah (IKM) sebesar Rp 100 miliar. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dukungan dari Kadin Indonesia dan Astra kepada sektor IKM diharapkan mampu menciptakan atau memperkuat rantai pasok industri otomotif di Indonesia. Dia menjelaskan, Indonesia perlu memitigasi terhadap ekonomi global mengalami perlambatan dan salah satu caranya adalah bersama Kadin melalui program kemitraan. “Memperkuat rantai pasok, dalam program business matching ini penting, karena banyak industri besar ini masih belum mengetahui kekuatan dari industri kecil. Masih belum mengetahui bahwa supplynya itu bisa didapatkan di Indonesia,” jelas Agus pada acara Temu Bisnis IKM Alat Angkut di Kemenperin, Jakarta, Selasa (1/11). Menperin mengatakan, tidak tertutup kemungkinan program business matching akan dilakukan juga di sektor lainnya.
Hal ini menjadi
bagian dari upaya Kemenperin agar industri dalam negeri tidak bergantung dari rantai pasok dari negara-negara lain yang sedang tidak
sehat. “Sehingga negara kita masih bisa tumbuh untuk melakukan
proses produksinya,” kata Agus. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid
mengungkapkan, dengan dukungan Astra, Bank Mandiri, dan BRI
untuk pendampingan, diharapkan dapat membantu UMKM dalam
memperkuat ekonomi domestik. Acara ini merupakan bentuk pendampingan dan pendanaan untuk UMKM.
“Hari ini kurang lebih Rp 100 miliar bentuk dalam kredit yang diberikan. Ini adalah bentuk pendampingan yang ada, dengan offtake yang ada,
dengan demikian pendanaan untuk UMKM bisa terlaksana,” ujar dia.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Bobby
Gafur Umar menambahkan, program kemitraan antara industri industri besar dengan IKM sudah menjadi keniscayaan. Kemitraan
yang inklusif (closed loop) sangat efektif untuk mendorong IKM terus
naik kelas menjadi industri berskala besar yang tangguh. Karena itu,
gerakan ini seharusnya lebih digalakkan secara masif. Semua perusahaan harus lebih memperkuat komitmen mereka untuk berpartisipasi, bermitra inklusif dengan IKM. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023