Pebisnis Masih Cemas Keandalan Listrik PLN
Pebisnis butuh jaminan keandalan sistem jaringan PLN. Sebagai perusahaan yang memonopoli bisnis listrik di tanah air, PLN harus sigap melayani kebutuhan konsumen. Aliran listrik yang rentan padam bisa mengganggu iklim investasi. Apalagi, kejadian blackout terjadi di tengah upaya menarik investasi. Dari data yang dihimpun Kadin, blackout kemarin menghambat hampir semua sektor industri, mulai dari ritel, telekomunikasi, perbankan, e-commerce, manufaktur hingga properti, khususnya pergudangan hingga pebisnis UMKM. Potensi kerugian bisa mencapai triliunan.
Ketua Umum Kadin berharap kejadian serupa tidak pernah terjadi lagi. Pasalnya, selain mengganggu kinerja bisnis, listrik padam masal mengirimkan sinyal kurang bagus bagi iklim investasi. Ketua Apindo menilai kejadian blackout memberikan peringatan ke pemerintah untuk menimbang ulang kebijakan yang memberatkan dunia usaha, khususnya terkait cadangan sumber daya listrik atas kejadian emergency. Kepemilikan genset bagi cadangan listrik yang diproduksi, jika terjadi emergency dikenakan beban biaya berupa Pajak Penerangan Jalan (PPJ).
PLN akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari penyebab gangguan sistem sekaligus menyusun keandalan dan security system jaringan Jawa-Bali. PLN juga menyiapkan dana kompensasi untuk 21,9 juta pelanggan terdampak.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023