Rupiah Menguat, FFR Diprediksi Memuncak pada November
Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (28/10). Jika mengutip Bloomberg, kurs rupiah menguat 13 poin atau 0,08% ke level Rp 15.554 per dolar AS. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah tercatat Rp 15.542 per dolar AS. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan, penguatan mata uang Asia pada Jumat (28/10) karena pelaku pasar melihat nuansa puncak kenaikan Fed Fund Rate (FFR) terjadi di November 2022.
"Dalam kurun waktu 2 minggu terakhir ada semacam istilahnya black out period atau tidak ada statement hawkish rhetoric dari Fed official. Sedangkan dari domestik ada asesmen dari pelaku pasar domestik bahwa vulnerability sektor eksternal Indonesia menurun, ini sedikit banyaknya ikut mendorong penguatan rupiah," ucap dia kepada Investor Daily, Jumat (28/10). Meski demikian, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah dan kebijakan moneter akan diarahkan untuk mendukung stabilitas, makroprudensial, sistem pembayaran, pasar uang dan UMKM dan ekonomi keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023