Memangkas Kesenjangan Digital
Dalam percaturan global, posisi Indonesia sudah mendapatkan tempat terhormat. Salah satu buktinya adalah masuknya Indonesia dalam G20 yang merupakan gabungan negara maju dan berkembang dengan kelas pendapatan menengah hingga tinggi. Posisi Indonesia makin kuat tatkala diberikan kehormatan memegang Presidensi G20 pada 2022. Sayangnya, Indonesia masih menghadapi problem layaknya “dunia ketiga” dalam hal kesenjangan digital. International Telecommunication Union (ITU) menempatkan Indonesia di posisi negara yang mengalami kesenjangan akses jaringan internet. Pada 2020, ITU mencatat 53,7% dari total 272 juta penduduk menggunakan internet dan 18,8% memiliki akses laptop. Sebalikya, Malaysia lebih baik dengan 89,6% dari 33,3 juta penduduknya menggunakan internet dan 77,6% punya komputer. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Johnny G. Plate mengatakan bahwa kesenjangan digital di Indonesia salah satunya dipicu pandemi Covid-19. Selain itu, perang Ukraina-Rusia juga menambah berat upaya membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Menurutnya, kedua kondisi itu mempengaruhi jalannya persiapan dari penggelaran infrastruktur TIK di Indonesia. Padahal, infrastruktur TIK baik hulu maupun hilir membutuhkan pendekatan yang lebih baik.
Menkominfo mencatat area blankspot di Indonesia menyebar di 12.548 desa dan kelurahan. “Itu bukan seluruhnya ada di wilayah 3T . Ada juga di wilayah komersial atau non-3T yang jadi wilayah operasi operator seluler,” tutur Johnny. Menkominfo juga punya harapan lain yaitu perusahaan operator seluler di Indonesia berani mengalokasikan belanja modal untuk membiayai pembangunan infrastuktur TIK. Johnny sadar langkah itu bukan hal mudah bagi operator TIK. Dalam acara yang sama, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo Anang Latif berjanji mempercepat penghilangan kesenjangan digital melalui proyek internet terestrial. Rencananya, Bakti akan membangun 2.600 unit base transceiver station (BTS) 4G terestrial. Sebelumnya, Bakti sudah membangun 7.295 unit BTS 4G di seluruh wilayah Indonesia. “4.300-nya sudah on air, sisanya 2.600 ini kita kejar selesai di tahun ini hingga di tahun depan,” katanya.
Tags :
#TelekomunikasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023