Pasar Terus Menurun, Bisnis Apartemen Limbung
Bisnis apartemen terus merunduk, terus menunjukkan kelesuan. Bahkan, hingga saat ini, belum ada faktor yang mampu menjulangkan penjualan hunian jangkung itu. Benar, Bank Indonesia (BI) berencana kembali memperpanjang kebijakan uang muka 0% untuk properti, termasuk apartemen. Namun, kebijakan ini diyakini belum mampu mendorong bisnis apartemen. Ancaman resesi global, suku bunga tinggi menjadi sebab.
Catatan konsultan properti, yakni Colliers Indonesia dan Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia, laju penjualan apartemen dan kondominium melambat tahun ini. Bahkan, data Colliers menyebut, permintaan apartemen terus menyusut selama delapan tahun terakhir. Hingga kuartal ketiga tahun ini, permintaannya cuma 782 unit. Tahun lalu, permintaan apartemen masih berkisar 1.800 unit. Colliers juga mengamati langkah pengembang menahan harga jual apartemen di pasar primer untuk wilayah Jakarta.
"Secara year-on-year, bisa dikatakan harga rata-rata apartemen di Jakarta tak bergerak, naik pun kurang dari 1%. Kebanyakan pengembang menahan diri menaikkan harga agar menarik bagi calon pembeli, ujar Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto kepada KONTAN, kemarin.
Lesunya bisnis hunian jangkung ini juga berkorelasi dengan kredit bermasalah atau non performing loan di sektor konstruksi, yang di dalamnya termasuk proyek apartemen. Salah satunya nampak di NPL PT Bank Tabungan Negara Tbk. Kredit bermasalah konstruksi hingga kuartal III-2022 mencapai 24,32%, lebih tinggi dari NPL. Senior Director, Research and Consultancy Savills Indonesia, Tommy Bastamy menyebut, harga apartemen di pasar sekunder terkoreksi 20%-40% dibanding harga sekunder saat kondisi pasar normal.
Hal ini didorong. Pertama, tingkat pendapatan sewa yang turun sejalan melemahnya permintaan selama pandemi. Kedua, beban biaya pemeliharaan yang tetap harus dibayar meski apartemen tak dihuni.
Ketiga, kebutuhan kas pemilik yang sebagian besar membeli unit apartemen dengan tujuan investasi. Keempat, pemilik dan investor telah menikmati return dari sewa unit apartemen.
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023