Bank-Bank Kecil Terus Berjuang
Tenggat waktu pemenuhan ketentuan modal inti minimun perbankan sudah semakin mepet. Sebagian besar bank kecil yang harus menambah modal akan menempuh aksi rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Adapun sebagian lainnya memilih private placement atau melalui injeksi modal secara langsung yang dilakukan pemilik saham maupun investor baru.
Bank Ina Perdana Tbk (BINA), misalnya, memilih jalur rights issue. BINA akan menerbitkan saham baru sebanyak 296,85 juta saham atau 4,76% dari total saham yang ditempatkan.
Per Juni 2022, modal inti Bank Ina tercatat Rp 2,27 triliun. Jika seluruh saham rights issue terserap modal inti BINA akan melebihi Rp 3 triliun.
Daniel Budirahaju, Direktur Utama Bank Ina mengatakan, perseroan akan mengembangkan superapp. "Setelah mendapat izin digital banking dari OJK, kami akan mengembangkan unit digital bank," kata Daniel, Rabu (12/10).
Sementara Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) akan menggelar private placement dengan menerbitkan saham baru sekitar 19,9 miliar unit saham. Saham baru ini bakal diserap oleh Capital Global Investama, pengendali saham eksisting.
Bank Ganesha Tbk (BGTG ) juga akan rights issue dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 120 per saham. Sehingga berpeluang meraup dana Rp 900 miliar. Modal inti Bank Ganesha per Juni 2022 sebesar Rp 2,1 triliun.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Bank Rebut Hati Nasabah Lewat Event Lifestyle
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
ICBP–INDF Tebar Dividen Besar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023