Dana Jumbo untuk Energi Terbarukan
Pemerintah menargetkan mencapai netral karbon pada 2060. Untuk bisa mewujudkannya, energi fosil harus diganti oleh energi terbarukan 100 %. Sekjen Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menuturkan transisi ini membutuhkan dana sebesar US$ 1 triliun. Rida menyatakan angka tersebut dihitung pada 2021. "Kalau pakai asumsi sekarang dengan adanya beberapa jenis pembangkit yang makin murah, tentu akan makin turun (biayanya)," kata dia, kemarin, 10 Oktober 2022. Dana sebesar itu tidak mungkin dipenuhi sendiri oleh pemerintah. Rida menyatakan Indonesia butuh dukungan, khususnya dari sektor swasta. Lewat Perpres No 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, pemerintah mencoba menarik minat para pemilik dana. Untuk menarik investor di sektor energi terbarukan, pemerintah menyiapkan pengaturan tarif energi hijau serta insentifnya. Dia menyadari aturan ini belum cukup untuk mengembangkan energi terbarukan. Apalagi PT PLN (Persero) mengalami kelebihan pasokan akibat pembangunan pembangkit hingga 35 gigawatt sehingga kesulitan menyerap energi tambahan dari pembangkit baru. Program itu dirancang dengan asumsi ekonomi mampu tumbuh 6-7 %, tapi pada kenyataannya ekonomi bertahan di kisaran 5 %. (Yoga)
Tags :
#Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023