Lagi, World Bank Ingatkan Ancaman Kemiskinan
Bank Dunia (World Bank) kembali menyoal kemiskinan. Pandemi Covid-19 memang melandai, tapi banyak negara di dunia masih sulit menekan angka kemiskinan.
Presiden World Bank Group, David Malpass meragukan penurunan target angka kemiskinan ekstrem pada 2023 mendatang. Ia justru membuka kemungkinan, hampir 7% dari populasi global, atau 574 juta orang masih akan berjuang dalam kemiskinan ekstrem.
"Ini lebih dua kali lipat dari 3% yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dunia dalam menekan angka kemiskinan ekstrem," tegas Malpass, dikutip dari laman resmi World Bank, Senin (10/10).
Namun, negara miskin dan negara menengah ke bawah hanya mampu menanggulangi dampaknya sekitar 25% saja. Ini lantaran mereka memiliki akses terbatas ke pembiayaan, sistem distribusi yang lemah, serta banyaknya jumlah pekerja informal.
Di Indonesia sendiri, angka kemiskinan dalam tren menurun sejak Maret tahun lalu, sejalan membaiknya pemulihan ekonomi. Pada Maret 2022, kemiskinan di Indonesia turun 0,6% poin menjadi 9,5% dibanding Maret 2021.
World Bank juga mewanti-wanti stagnasi tingkat ketimpangan Indonesia sejak Maret 2021. Catatan World Bank, indeks gini saat itu tercatat 37,9. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio gini Indonesia per Maret 2021 sebesar 0,384. Angka ini hanya turun 0,001 poin dibandingkan September 2020. Pada Maret 2022, rasio gini masih di level sama dari Maret 2021.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023