Giliran Rupiah Menghantam Konstruksi dan Properti
Pukulan bertubi-tubi menghampiri pengusaha konstruksi dan properti! Terhantam kenaikan harga bahan bangunan, biaya pekerja, harga bahan bakar, bunga, kini pukulan baru datang.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang kini di level Rp 15.300 per dollar AS menjadi hantaman baru. Ada potensi kenaikan harga bahan bangunan, utamanya yang impor. Saat ini. harga bahan bangunan seperti semen dan besi naik. Harga semen ukuran 40 kilogram, semisal terkerek 27% menjadi Rp 65.000 dalam beberapa bulan terakhir.
Wakil Ketua Umum IX Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Didi Iskandar menyebut, pengusaha konstruksi tertekan harga bahan bangunan, kenaikan harga BBM subsidi, hingga naiknya suku bunga pinjaman dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Para pebisnis properti juga kena imbas naik harga bahan bangunan dan pelemahan rupiah. Real estat Indonesia mengusulkan kenaikan rumah subsidi 10%. "Hingga kini, kami belum ada tanggapan," kata Raymond Arfandy, Wakil Ketua Umum DPP REI.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023