Lonceng Tanda Bahaya Cadangan Devisa
Bank sentral di seluruh dunia tengah dilanda kegelisahan. Cadangan devisa mereka terkuras, karena dipakai untuk mengamankan kejatuhan mata uang negaranya. Melawan penguatan dolar Amerika Serikat di sepanjang tahun ini. Dolar AS terus menguat karena kebijakan The Federal Reserve mengerek suku bunga acuan. The Fed, begitu biasa disebut, sepanjang tahun ini telah menaikkan suku bunga sebanyak lima kali. Terakhir, 22 September 2022, bank sentral asal Negeri Paman Sam itu menaikkan Fed Fund Rate sebesar 75 basis poin (bps) menjadi 3,0%—3,25%. Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga 75 bps pada 28 Juli dan 16 Juni, 50 bps pada 5 Mei, dan 25 bps pada 17 Maret. Langkah agresif bank sentral AS ini membuat Fed Fund Rate berada di level tertinggi sejak krisis ekonomi 2008. Cukup beralasan, karena The Fed tengah memerangi lonjakan inflasi yang mendekati angka tertinggi sejak 1980-an. Bahkan, pejabat The Fed mengisyaratkan untuk terus menaikkan Fed Fund Rate mencapai titik akhir sebesar 4,6% pada 2023. Akibat kebijakan The Fed ini membuat bank sentral seluruh dunia melakukan langkah serupa.
Tags :
#DevisaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023