IMF Minta Bank Sentral Tetap Fokus Perangi Inflasi
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau IMF Kristalina Georgieva pada Kamis (6/10) meminta bank sentral di seluruh dunia tetap fokus memerangi lonjakan inflasi. Sekalipun upaya itu berpotensi memicu resesi ekonomi global. “Inflasi masih tetap membandel dan kukuh. Risikonya justru jauh lebih besar jika tidak berbuat banyak dibandingkan berbuat terlalu banyak,” ujar Georgieva, dalam wawancara dengan AFP di Universitas Georgetown, Washington, DC, AS. Ia mendesak para pengambil kebijakan di seluruh dunia menyatukan langkah supaya kenormalan baru tersebut tidak membahayakan dunia. Dalam pidatonya jelang pertemuan tahunan IMF pekan depan, di universitas tersebut, Georgieva mengatakan sangat penting untuk menstabilkan ekonomi dunia dengan mengatasi tantangan-tantangan terbesarnya, termasuk memerangi inflasi. Dalam prosesnya, tambah dia, langkah-langkah bank sentral itu akan menyakitkan bagi masyarakat maupun pebisnis. Karena bank sentral mengambil jalan agresif menaikkan suku bunga guna meredam tekanan kenaikan harga-harga.
Langkah agresif tersebut
dapat memicu perlambatan ekonomi berkepanjangan, yang biasanya menimbulkan resesi.
Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 180
lebih negara anggota IMF-Bank Dunia akan berkumpul tatap
muka untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 pekan depan
di Washington.
Georgieva mengatakan, prospek ekonomi global ke depan
makin suram. Karena potensi terjadinya resesi semakin besar. Ia
menandaskan IMF sekali lagi akan memangkas proyeksi ekonomi
dunia untuk 2023. IMF pada Juni 2022 memangkas proyeksi pertumbuhan tahunan
global tahun ini menjadi 3,2% dan untuk tahun depan menjadi 2,9%.
Penurunan itu adalah yang ketiga kalinya secara berturut-turut.
(Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023