;

Tahan Hadapi Krisis, Industri Film Prospektif

Ekonomi Yoga 06 Oct 2022 Kompas
Tahan Hadapi Krisis,
Industri Film Prospektif

Pelaku industri kreatif Indonesia, khususnya sektor perfilman, optimistis bisa bertahan di tengah ancaman resesi global. Sikap itu muncul setelah mereka berkaca dari pengalaman keberhasilan menghadapi krisis sebelumnya, yakni pandemi Covid-19. Industri film di Indonesia pun disebut masih punya prospek positif. ”Industri perfilman mampu bangkit lebih cepat ketika krisis, baik akibat pandemi Covid-19 maupun resesi. Saat pandemi, terbukti kami punya resiliensi tinggi. Kalau sampai terjadi resesi, kami yakin bisa melaluinya dengan cara yang sama,” kata Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia Edwin Nazir dalam acara konferensi pers Idea Fest 2022 di Jakarta, Rabu (5/10). Berdasarkan data dari laman filmindonesia.or.id, industri perfilman nasional berhasil menunjukkan tren positif pada 2022.Hingga September tahun ini , jumlah penonton film layar lebar di Indonesia telah mencapai 45 juta orang, nyaris menyamai jumlah penonton tertinggi sebelum pandemi dengan 50 juta orang pada 2018. 

Edwin mengatakan, industri ini memecahkan rekor dengan mencatatkan pangsa pasar dalam negeri 61 %, artinya, film nasional sukses mengungguli film asing yang hanya menorehkan pangsa pasar 39 %. Hal ini menunjukkan  keberhasilan industri tersebut bangkit dari krisis, berkat eksekusi atas ide-ide brilian yang tersimpan selama pandemi, termasuk penerapan genre baru. Film dengan genre yang belum pernah ada sebelumnya berhasil  mencuri perhatian, misalnya film bertema pencurian. Selain itu, film yang spesifik membahas daerah tertentu, menggunakan dialog daerah tersebut, dan menyasar masyarakat tertentu juga berhasil menyedot penonton dalam jumlah besar. Di acara yang sama, Chief Executive Officer Samara Media and Entertainment Ben Soebiakto juga mengutarakan optimisme industri kreatif di tengah resesi.  Menurut dia, pelaku industri kreatif bahkan bisa menjadikan resesi global sebagai momentum untuk mengoptimalkan usahanya. ”Kondisi resesi tidak bisa dihindari. Daya beli masyarakat mungkin akan menurun, tetapi pelaku industri kreatif bisa mengangkat narasi bangga memakai produk lokal. Jadi, meskipun daya beli menurun, sekalinya masyarakat melakukan pembelian, pilihannya adalah produk lokal,” ujar Ben. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :