Waspadai Inflasi Ke Depan
BPS mencatat pada September 2022, inflasi 1,17% month to month (mtm). Ke
depan, tekanan inflasi diperkirakan meningkat terutama pada
kelompok transportasi karena
belum semua wilayah melakukan
penyesuaian tarif pasca penaikan
harga BBM, 3 September lalu.
Kepala BPS Margo Yuwono
mengatakan, inflasi September sebesar 1,17%, tertinggi sejak Desember tahun
2014. Pada Desember 2014, inflasi 2,46% akibat kenaikan
harga BBM pada November 2014.
Penyumbang inflasi September 2022 berasal dari kenaikan harga bensin,
tarif angkutan dalam kota, beras,
solar, tarif angkutan antar kota, tarif
kendaraan online, dan bahan bakar
rumah tangga.
Sementara tingkat inflasi
tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 4,84% dan tingkat
inflasi tahun ke tahun (September
2022 terhadap September 2021)
sebesar 5,95%.
“Hal yang perlu diwaspadai ke
depan berdasarkan series data
BPS inflasi Oktober ini khususnya
pada kelompok transportasi karena
belum semua wilayah melakukan
penyesuaian, ucap Margo Yuwono dalam
telekonferensi pers di Kantor BPS
pada Senin (3/10). (Yoga)
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023