Menakar Pembengkakan Biaya Baru
JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih menghitung perkiraan pembengkakan biaya alias cost overrun akibat tertundanya peluncuran komersial kereta layang ringan (LRT) Jabodetabek. Kepala Divisi LRT Jabodetabek, Mochamad Purnomosidi, menyatakan KAI sedang menyisir potensi tambahan biaya dari semua aspek pada proyek strategis nasional tersebut. "Kami menginventarisasi apa saja yang bisa berdampak dan membahasnya bersama semua pemangku kepentingan," ucapnya kepada Tempo, kemarin, 16 September 2022. KAI sendiri sudah terbebani dengan cost overrun senilai Rp2,6 triliun. Gara-gara mundurnya rencana pengoperasian LRT Jabodetabek dari semula akhir 2021 menjadi Agustus 2022, biaya investasi proyek melambung dari Rp29,9 triliun menjadi Rp32,5 triliun. Meski begitu, Purnomosidi optimistis tidak akan ada laporan beban biaya yang signifikan dalam hitungan terbaru. Saat ini, Rp22,3 triliun dari ongkos proyek KAI ditanggung oleh kredit sindikasi, sementara lebih dari Rp 10 triliun sisanya melalui penyertaan modal negara kepada KAI. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023