Rapor Merah Sedari Perencanaan
JAKARTA- Hasil Evaluasi Crossrail International Ltd-konsultan perkeretaapian asal Inggris- mengungkapkan berbagai carut-marut persiapan operasi kereta layang ringan (LRT) Jabodetabek. Tidak hanya demi keselamatan, penundaan pengoperasian komersial kereta ringan itu dari rencana semula pada awal Agustus 2022 menjadi paling cepat pada Juni 2023 juga dinilai diperlukan untuk membenahi tata kelola perencanaan dan koordinasi antar-entitas yang terlibat dalam pembangunannya. Catatan itu dikemas Crossrail dalam laporan peninjauan ahli berjudul "Operational Readiness LRT Jabodetabek" yang ditujukan pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Salah satu persoalan pertama yang diungkit Crossrail adalah ketidaksiapan depo LRT Jabodetabek di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam poin 4.2 dan 4.3 tinjauan Crossrail menyebutkan bahwa depo sebagai garasi rangkaian kereta justru belum siap menampung armada LRT yang diproduksi serta dikirim oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Tags :
#InfrastrukturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023