Belum Ada Obat Mujarab Pengurang Kemiskinan
Kemiskinan
dan ketimpangan sosial ekonomi masih menghantui Indonesia. BPS mencatat
jumlah penduduk miskin turun tipis. Di sisi lain, ketimpangan ekonomi di
kawasan perkotaan bertambah lebar. Ekonom menilai penurunan angka kemiskinan
lambat salah satu penyebabnya karena penyerapan tenaga kerja lambat,
khususnya di industri manufaktur dan pertanian. Untuk itu, pemerintah perlu
memberikan stimulus berupa insentif pajak bagi perusahaan manufaktur.
Misalnya, dengan insentif pajak super agar bisa meningkatkan produksi dan
berdampak penambahan jumlah tenaga kerja. Selain itu, birokrasi juga harus
sinkron antarlembaga. Pemerintah juga harus menjaga stabilitas harga pangan,
utamanya beras. Sebab, fluktuasi harga beras sensitif terhadap
kemiskinan.
Gini ratio Maret 2019 turun menjadi 0,382 atau yang terendah sejak 2011.
Namun, rasio gini di perkotaan justru naik. Artinya, jurang antara di kaya
dan di miskin di perkotaan sedikit melebar. Peneliti Indef menyoroti
tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menurunkan ketimpangan. Pertama, konsentrasi pertumbuhan
masih di Pulau Jawa. Kedua, inflasi di luar Jawa relatif tinggi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023