;

Eropa Susun Rencana Darurat Perekonomian

Ekonomi Yoga 08 Sep 2022 Kompas
Eropa Susun Rencana
Darurat Perekonomian

Para politisi Eropa sedang menyusun rencana darurat karena pemburukan kondisi perekonomian berlangsung lebih cepat. Namun, tak jelas apakah rencana darurat itu mampu mencegah pemburukan situasi. Pertarungan geopolitik Amerika Serikat-Rusia yang makin menyandera perekonomian Eropa menjadi alasan utama di balik semua itu. Media Bloomberg, Selasa (6/9/2022), menyebutkan, Swedia dan Finlandia telah menciptakan program untuk membantu keuangan perusahaan-perusahaan penyedia jasa publik. Ini bertujuan mencegah kebangkrutan mirip Lehman Brothers di AS pada 2008 yang memunculkan efek domino. Para menteri energi Uni Eropa (UE) mendiskusikan cara menahan kenaikan harga energi, yang berpotensi mendorong aksi protes warga. Langkah lain adalah penghentian perdagangan derivatif, yang dikhawatirkan telah dimanfaatkan spekulan dalam perdagangan komoditas energi untuk mengambil untung di saat situasi tidak kondusif. Hal ini dilakukan karena pukulan terhadap perekonomian zona euro dan mata uang tunggal euro makin berat.

Ada kemandekan perdagangan dengan Rusia, kenaikan harga energi, dan inflasi yang terus meningkat. Kenaikan suku bunga semata untuk meredam inflasi tidak akan bisa menolong perekonomian Eropa. Invasi Rusia ke Ukraina telah mengganggu perdagangan Eropa-Rusia akibat sanksi ekonomi oleh AS dan Uni Eropa ke Rusia. Invasi itu juga kian menaikkan harga energi. Kini potensi penurunan harga energi pun jauh dari bayangan. Rusia telah menghentikan aliran gas ke Eropa hingga waktu yang tidak diketahui. Indikasi kesulitan ekonomi zona euro makin buruk dalam perkiraan Goldman Sachs. Kurs euro akan anjlok ke level 0,97 sen USD per 1 euro. Capital Economics meramalkan kurs euro bisa mencapai 0,9 sen USD per 1 euro. Hanya perdamaian Rusia dengan Ukraina yang bisa mengatasi peliknya perekonomian Eropa. Warga UE sudah menyatakan opini soal perlunya perdamaian Ukraina-Rusia untuk mengatasi masalah. Sayang, opini warga itu tak masuk perhitungan para petinggi UE. Petinggi UE malah berencana menguatkan tekanan pada Rusia dengan mematok harga ekspor minyak dan gas Rusia. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :