Kenaikan Tarif Angkutan Jadi Keniscayaan
Kenaikan harga BBM berdampak pada peningkatan biaya operasional angkutan umum hingga 30 %. Pelaku usaha angkutan umum berharap, pemerintah segera menetapkan kenaikan tarif angkutan umum. Di sejumlah daerah, sopir angkutan umum mengeluhkan kenaikan harga BBM, bahkan, di Kendari, Sultra, sopir angkutan kota menggelar mogok massal pada Senin (5/9). Didin (36), koordinator sopir angkot, menyebutkan, kenaikan harga BBM bersubsidi sekitar 30 % membuat sopir sulit mendapat untung.
Di Sulut, Pemkot Kota Manado tengah mengkaji kenaikan tarif angkutan umum. Kepala Bidang LLAJ Dinas Perhubungan Manado Donald Wilar mengundang pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Manado terkait rencana kenaikan tarif angkutan itu. Hasilnya akan diumumkan pada Selasa ini atau Rabu (7/9). Pembahasan penyesuaian tarif angkutan umum juga dilakukan Organda DKI Jakarta bersama Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Ketua DPD Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyatakan, kenaikan tarif angkutan kota diperkirakan 12,5-17,5 %. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023