Ancaman Dibalik Kebocoran Data Seluler
Jakarta- Dugaan kebocoran 1,3 miliar data registrasi kartu subscriber identity module (SIM) telepon seluler prabayar menambah panjang daftar data masyarakat yang rembes ke dunia maya. Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengatakan data registrasi kartu SIM apabila digunakan secara terpisah berpotensi dipakai untuk pemetaan pengguna telpon seluler di Indonesia lantaran cakupannya sangat besar, hampir seluruh penduduk. Namun kalau digabungkan dengan data kependudukan yang sudah bocor sebelumnya, data yang bisa disalahgunakan akan makin lengkap. "Maka kebocoran data kali ini membuka kotak pandora kebocoran data, dimana hanya berbekal nomor HP seseorang, kita bisa mengetahui data kependudukannya yang lengkap, seperti NIK, kartu keluarga, bahkan nama orang tua," ujar Alfons kepada Tempo, kemarin. Seperti diketahui, pada 11 hari sebelumnya atau 20 Agustus 2022, Bjorke juga mengunggah dokumen yang disbeut berisi 26 juta data riwayat penelusuran internet pelanggan IndiHome. Data yang termuat dalam dokumen itu, antara lain, berisi mengenai data kunci, data penelusuran, protokol internet, hingga jenis perangkat yang digunakan. ((Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023