;

Stabilisasi Harga Telur lewat Bantuan Pakan

Ekonomi Yoga 25 Aug 2022 Kompas (H)
Stabilisasi Harga Telur
lewat Bantuan Pakan

Harga telur ayam ras rata-rata melambung hingga Rp 31.000 per kg dalam sepekan terakhir. Hal ini dipicu kenaikan harga pakan dan permintaan pasar yang jauh di atas produksi. Pemerintah berupaya menurunkan harga telur lewat bantuan pakan. Pantauan di Pasar Kliwon Purwokerto, Jawa Tengah, harga telur sepekan terakhir naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 31.000 per kg. Harga yang sama terpantau di Semarang, Jateng, Rabu (24/8). ”Kenaikan harga terjadi sejak pekan ketiga Agustus, naik terus, dan baru turun sedikit kemarin. Pada awal Agustus itu masih Rp 25.000 per kg, sekarang Rp 30.000 per kg, itu pun harga dari penyalurnya. Jadi, kami jualnya Rp 31.000 per kilogram,” kata Marsih (42), pedagang di Pasar Peterongan, Semarang.

Abdullah Mansuri, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), meminta pemerintah segera mengatasi persoalan tingginya harga telur. Sejumlah peternak menyebut kenaikan harga telur salah satunya karena kenaikan harga pakan. Nur Hikmah, peternak Batang, mengatakan, harga pakan ayam naik dari Rp 750.000 per kuintal menjadi Rp 990.000 per kuintal. Dalam rapat kabinet terbatas, kemarin, Presiden Jokowi menanyakan soal harga telur ayam ras yang terus meningkat. Mendag Zulkifli Hasan menyebut bahwa hal itu terjadi karena pengusaha melakukan afkir. Ditambah, Kemensos menyerap banyak telur peternak untuk bantuan sosial.

Penyediaan jagung pakan dengan harga sesuai harga acuan pemerintah, yaitu Rp 4.500 per kg bagi peternak berskala mikro kecil, menjadi salah satu solusi menurunkan harga telur. Bantuan itu dimulai pada Oktober-Desember 2021 sebanyak 30.000 ton dan Mei-Juni 2022 sebanyak 25.000 ton. ”Bantuan itu diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi peternak ayam petelur sehingga harga dan stok telur ayam bisa stabil,” kata Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :