Kemendag Bidik Diwali India, BUMN Perkuat Pasar Ekspor ke Korsel
Indonesia terus menggenjot ekspor guna mempertahankan surplus neraca perdagangan hingga akhir tahun ini. Kemendag membidik potensi lonjakan permintaan CPO dari India menjelang Festival Diwali, sedangkan BUMN memperkuat pasar ekspor komponen pembangkit listrik Korea Selatan. Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangan pers di Jakarta, selasa (23/8) mengatakan, India merupakan pasar ekspor CPO Indonesia terbesar kedua setelah China. Pada 2021, nilai ekspor CPO Indonesia ke India 3,4 miliar USD atau 25 % total ekspor Indonesia ke India. Permintaan komoditas tersebut biasanya melonjak menjelang perayaan Diwali yang tahun ini akan digelar pada 24 Oktober.
Pada 22 Agustus 2022, Zulkifli memimpin misi dagang Indonesia di New Dehli, India. Dalam misi ini, Indonesia membukukan 22 kesepakatan kerja sama dengan potensi ekspor 3,2 miliar USD atau Rp 46,98 triliun. Untuk CPO, total komitmen yang dihasilkan 2,6 juta ton atau 3,16 miliar USD. Sementara itu, PT Barata Indonesia (Persero) memperkuat pasar ekspor komponen pembangkit listrik di Korsel. Pada 22 Agustus 2022, BUMN ini mengekspor dua selubung luar bertekanan rendah (low pressure outer casing) ke Ulsan, Korsel. Komponen pembangkit listrik yang dibuat Divisi Pembangkit Barata Indonesia dipesan pemasok elpiji terkemuka Korsel, SK Gas Ltd. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023