Presiden: Semua Hasil Kerja Bersama
77 tahun kemerdekaan RI merupakan perjalanan tak mudah. Pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia menyebabkan krisis pangan, energi, dan likuiditas. Meski demikian, lewat kerja bersama rakyat dan pemimpin bangsa sebelumnya, Presiden Jokowi dalam wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, di ruang Veranda Istana Merdeka, Minggu (14/8) merasakan kelangsungan membangun hingga saat ini. Arah pembangunan kita sekarang bukan jawasentris, melainkan indonesiasentris. Membangun dari pinggiran, membangun dari desa.
Infrastruktur di pinggiran, airport di Pulau Miangas. Pembangunan pos lintas batas negara di Skouw, di Sota Merauke, Motaain, kemudian di Aruk, Nanga Badau, di perbatasan Malaysia, dan masih banyak lainnya. Betul-betul ada perubahan, kelihatan jalan-jalannya, infrastruktur kecil-kecil, jembatan-jembatan, dan embung. Dengan gelontoran dana selama enam tahun ke desa dan mencapai Rp 468 triliun, menghasilkan jalan 227.000 km dan 4.500 embung. Dana desa tak hanya membangun jalan dan irigasi saja, tetapi juga pasar desa, BUMDes, dan air bersih di desa. Air bersih, 1,2 juta km sambungan, dan posyandu terbangun 38.000. Sumur 59.000 unit dan 56.000 PAUD.
Artinya, pemerataan pembangunan atau keadilan sosial yang dinanti masyarakat berjalan cepat ke tujuan, fokus sehingga tepat sasaran. Dampak dari 4.500 embung dan 1,1 juta hektar irigasi muncul swasembada pangan. International Rice Research Institute (IRRI) memberi sertifikat Indonesia punya ketahanan pangan yang baik. Indonesia swasembada pangan sejak 2019. Selama tiga tahun berturut-turut, produksi beras 31,3 juta ton. Jagung dulu, kita impor 3,5 juta ton per tahun. Tahun ini hanya impor 800.000 ton. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023