;

SEMARAK AKUISISI EMITEN

Ekonomi Hairul Rizal 03 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)
SEMARAK AKUISISI EMITEN

Prospek pemulihan ekonomi yang positif rupanya membuat emiten tak ragu menggenjot ekspansi anorganik melalui aksi akuisisi. Portofolio yang makin gemuk menjadi amunisi untuk mendongkrak kinerja di masa depan. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sedikitnya ada 23 aksi akuisisi yang dilakukan oleh 21 emiten sepanjang tahun berjalan 2022. Emiten di sektor pertambangan, telekomunikasi, dan farmasi tampak mendominasi aksi korporasi tersebut. Teranyar, emiten menara Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel mengumumkan akuisisi 6.000 menara milik PT Telekomunikasi Selular. Bersamaan dengan itu, MTEL juga akan menyewakan kembali 6.000 menara tersebut ke Telkomsel. MTEL juga menggenggam janji serta komitmen dari Telkomsel untuk memesan 1.000 menara BTS dari perseroan dalam waktu 3 tahun mendatang. Ditambah lagi dengan sewa menyewa atas 712 lahan milik Telkomsel oleh perseroan di mana menara didirikan. Total nilai sederet aksi korporasi itu mencapai Rp10,28 triliun. Berbarengan dengan MTEL, PT Astrindo Nusantara Infrastuktur Tbk. (BIPI) yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas baru saja mengakuisisi PTT Mining Ltd Hongkong senilai US$471 juta dari PT Sintesa Bara Gemilang dan PTT International Holdings Limited. Perusahaan yang dicaplok BIPI memiliki konsesi tambang batu bara di Brunei Darussalam, Madagaskar, dan tiga konsesi di Kalimantan. Menurut Direktur Utama Astrindo Ray Anthony Gerungan, akuisisi PTTML membuka peluang baik karena harga batu bara sedang bagus. 

Agresivitas untuk menggulirkan akuisisi juga ditempuh oleh emiten sektor farmasi. PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), misalnya, sedang mematangkan pengambilalihan 80% saham mayoritas PT Aventis Pharma dari Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH (Sanofi). Langkah serupa ditempuh oleh PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) yang akan mengakuisisi PT Ethica Industri Farmasi dengan estimasi nilai objek transaksi sebesar Rp163,4 miliar. Aksi lincah emiten menambah portofolio asetnya lewat akuisisi dinilai sebagai strategi taktis untuk mendorong kinerja di kemudian hari. Kendati begitu, risiko pendanaan perlu diperhatikan agar tidak membebani neraca keuangan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menerangkan para emiten benar-benar memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi melalui aksi akuisisi tersebut.


Tags :
#Korporasi
Download Aplikasi Labirin :