MENJINAKKAN LAJU INFLASI
Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, angka inflasi Indonesia pada Juli 2022 rupanya tak buruk-buruk amat. Apalagi, jika dibandingkan dengan negara-negara G20, inflasi domestik masih tergolong rendah.Kendati demikian, Pemerintah dan Bank Indonesia didorong untuk terus memacu kolaborasi dengan menyiapkan langkah strategis guna meredam agar laju inflasi tak makin tinggi. Hal itu dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat yang menjadi salah satu andalan dalam menopang pemulihan ekonomi nasional.Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa inflasi pada Juli 2022 mencapai 4,94% (year-on-year/YoY), menembus batas atas target terbaru pemerintah sebesar 4,5%. Angka itu juga berada di atas target inflasi tahunan yang ditetapkan BI sebesar 4,5%-4,6%.Merespons dinamika inflasi terkini, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral akan memperkuat operasi moneter sebagai langkah preventif dan berorientasi ke depan untuk memitigasi risiko kenaikan ekspektasi inflasi.
BI juga melakukan normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah secara bertahap dan pemberian insentif yang berlangsung tanpa mengganggu kondisi likuiditas dan intermediasi perbankan.
Adapun, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyatakan inflasi yang terus meningkat disebabkan oleh membaiknya permintaan, menyusul adanya pelonggaran mobilitas yang mendorong perputaran uang. Dia menuturkan BI perlu menaikkan suku bunga acuan seiring dengan naiknya angka inflasi yang hampir mencapai 5%. “Karena tren inflasi inti juga diperkirakan terus meningkat ke depan,” katanya. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan inflasi komponen inti sejauh ini masih stabil. Inflasi inti pada Juli 2022 tercatat mencapai 2,86% secara tahunan.
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023