PEKERJA MIGRAN, Usut Tuntas Sindikat Perdagangan Orang
Pekerja migran Indonesia (PMI) di Kamboja, Filipina, dan Thailand diduga kuat menjadi korban perdagangan manusia dengan beragam modus. Selain menjamin perlindungan dan pemulangan korban sesegera mungkin, pemerintah juga didesak serius mengusut jaringan pelaku yang berada di Indonesia dan negara penempatan. Pada periode April-Juli 2022, Migrant Care telah menerima pengaduan dari sejumlah PMI korban perusahaan investasi bodong di Kamboja, Filipina, dan Thailand. Saat ini, untuk kasus penyekapan PMI di Kamboja, KBRI Phnom Penh sudah mengevakuasi dan menyelamatkan 62 PMI di Sihanoukville, Kamboja.
Kepala Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah (1/8), mengatakan, dari laporan yang diterima, mayoritas korban di Kamboja terjebak dalam sindikat perdagangan orang yang dioperasikan jaringan pelaku di Indonesia yang terkoneksi jaringan di Kamboja. Modusnya beragam, daring ataupun luring. Mayoritas dari mereka direkrut melalui lowongan kerja di media sosial Facebook dengan nama akun Lowongan Kerja Kamboja Indonesia, Komunitas Kamboja Indonesia, dan akun palsu lainnya.
Selain memastikan perlindungan, bantuan hukum, dan pemulangan bagi WNI korban sindikat perdagangan orang di sejumlah negara itu, pemerintah dan kepolisian juga didesak mengusut tuntas pelaku beserta jaringannya di Indonesia dan bekerja sama dengan kepolisian Kamboja guna mengusut jaringan di sana. Koordinator Bantuan Hukum Migrant Care Nur Harsono mengatakan, Pemerintah pusat, daerah, dan desa juga diminta mengintensifkan pengawasan terhadap berbagai agensi perekrut PMI dan calo untuk mengidentifikasi jaringan ilegal dan mencegah kasus serupa berulang. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023