Dunia Makin Dekat Menuju Malapetaka
Awal April 2016, lebih dari 100 media massa lintas negara segera serentak mempublikasikan Panama Papers, proyek kolaborasi riset dan peliputan investigasi yang bersumber dari bocoran dokumen rahasia Mossack Fonseca. Firma hukum asal Panama. Dikoordinasi oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), publikasi Panama Papers menguak praktik lancung perusahaan-perusahaan cangkang di negara-negara suaka pajak yang menjadi kedok konglomerat, politikus kondang, selebritas, olahragawan, hingga buronan kejahatan keuangan. Kala itu, Tempo, sebagai satu-satunya media di Indonesia yang bergabung dalam proyek Panama Papers, turut mengungkapkan sederet Taipen dan poltikus papan atas diantara ratusan warga negara Indonesia yang mendirikan perusahaan cangkang lewat Mossack Fonseca. Kendati pemerintah berikrar akan menindaklanjuti skandal Panama Papers, sejauh ini hanya Harry Azhar yang terkena sanksi ringan berupa teguran oleh Mahkamah Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan. Kala itu, Harry yang menjabat Ketua BPKK, tercatat memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Islands. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023